Metodologi Penelitian Pendidikan

Metodologi Penelitian Pendidikan
credit:[email protected]_j_a_buku

Kompleksitas permasalahan pendidikan merupakan lahan penelitian yang sangat luas. Perdebatan tentang Ujian Nasional saja sudah melahirkan ribuan lembar laporan penelitian dari berbagai sudut. Metodologi penelitian pendidikan yang dipakai juga beragam, kualitatif, kuantitatif, dan lain-lain.

Simbiosis Mutualisme Metodologi Penelitian Pendidikan

1. Penggunaan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

Bila hanya menggunakan pendekatan metodologi penelitian kuantitatif, data yang ada dipresentasikan dalam bentuk matematis sebagai hasil dari survei yang dilakukan terhadap sampel yang dianggap mewakili keseluruhan populasi. 

Data ini terasa kurang memuaskan bagi sebagian kalangan yang menganggap bahwa ada pendekatan lainnya yang tidak hanya memandang responden sebagai bagian dari interpretasi angka-angka.

Pendekatan penelitian kualitatif sering dipakai sebagai salah satu penyeimbang dari pendekatan penelitian kuantitatif. Data yang didapat dari pendekatan penelitian kualitatif lebih menyeluruh karena memperlihatkan sisi kemanusiaan yang lebih luas dari respondennya.

Jika dalam sebuah penelitian pendidikan menggunakan kedua pendekatan metodologi ini, maka deskripsi laporan penelitian akan terasa lebih berimbang. Hal ini karena penjabaran dari data matematis penelitian kuantitatif yang objektif diterangkan dengan menggunakan gaya deskriptif yang lebih objektif dari penelitian kualitatif.

Bila menggunakan kedua pendekatan ini, peneliti harus lebih banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan dana. Tapi dengan hasil yang lebih holistik, seorang peneliti akan merasa lebih puas karena bisa memberikan hasil yang lebih baik.

2. Penggunaan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Metodologi Penelitian Tindakan Kelas

Data yang diambil dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berupa hasil dari survei dapat menjadi batu pijakan atau masalah bagi penelitian tindakan kelas.

Misalnya:

Sebuah lembaga pendidikan mempunyai dua program, program reguler dua minggu sekali dan program akselerasi tiga minggu sekali. Kedua program tersebut memiliki jenis kelas-kelas yang sama.

Lembaga pendidikan tersebut ingin melihat apakah ada perbedaan kemampuan peserta didik yang mengikuti program reguler dan program akselerasi. Apakah program akselerasi dapat menggenjot kemampuan peserta didik?

Data yang diperlukan ada data hasil tes dari peserta didik kedua program tersebut. Dengan pertimbangan bahwa lembaga pendidikan tersebut telah menerapkan sistem tes yang terstandar, maka data hasil tes bisa dikatakan cukup valid.

Untuk mengambil data nilai, bisa menggunakan metode sampling yang ada di penelitian survei. Data yang diambil adalah data peserta didik pada periode tertentu dengan pertimbangan jumlah kelas, level kelas, jumlah peserta didik berimbang antara program reguler dan program akselerasi.

Dari hasil survei, data yang terungkap adalah bahwa program akselerasi ternyata tidak signifikan meningkatkan kemampuan peserta didik bahkan untuk level-level kelas tertentu. Hasil tes peserta didik program akselerasi jauh berada di bawah nilai peserta didik program reguler.

Dari data tersebut, peneliti dapat memetakan masalah-masalah yang terungkap dari hasil survey. Setelah dipetakan dan disusun berdasarkan kategori yang ada, maka para guru dapat menindaklanjuti masalah-masalah itu dengan mengadakan penelitian tindakan kelas.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, sebaiknya penelitiannya menggunakan berbagai pendekatan metodologi penelitian.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama