Metodologi Penelitian Tindakan Kelas

Metodologi Penelitian Tindakan Kelas

 Metodologi Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas adalah salah satu inisiatif guru untuk mencari tahu cara pemecahan suatu masalah yang terjadi di sebuah kelas (Kemmis dan McTaggart, 1988). Melalui metodologi penelitian tindakan kelas, guru menganalisis proses belajar mengajarnya sendiri serta respon dari murid-muridnya.

Setelah itu, guru menerapkan suatu tindakan yang diharapkan akan mendapatkan hasil yang lebih baik dari sistem atau metode atau teknik pengajaran yang baru tersebut (Eileen, 2000:1). Akan lebih baik bila penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara bersama-sama (Watts, 1985: 118).

Pelaku Penelitian Tindakan Kelas

Tidak sembarang guru yang mau melakukan penelitian tindakan kelas dengan sangat suka rela. Hanya guru-guru yang berdedikasi tinggi dan guru yang ingin lebih memahami dan melihat proses belajar mengajar yang telah dilakukannya. Bisa juga guru yang ingin meningkatkan kemampuan mengajar dan pengetahuannya.

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas seperti lingkaran. Proses tersebut tidak berhenti setelah proses pertama selesai. Akan ada proses kedua, ketiga, dan seterusnya, hingga mendapatkan satu simpulan utuh dan ditunjang oleh bukti yang cukup sehingga akan menjadi sebuah teori. Ada beberapa cara mengenai penelitian tindakan kelas.

Dr. Weng (2008) berpendapat bahwa prosesnya sangat sederhana, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Setelah refleksi, dilanjutkan dengan perencanaan tindakan baru berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Begitu seterusnya. Ada juga yang menggunakan proses lebih panjang.

Setelah merefleksikan apa yang telah dilakukan di kelas, guru mengeksplorasi lebih jauh tentang proses yang sudah dilakukan tersebut. Setelah itu, menyusun rencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut. 

Setelah melakukan penelitian, menganalisis hasil penelitian itu dan menerapkan tindakan baru. Lalu, menelaah dan mengamati hasil tindakan yang sudah diambil tersebut.

Metodologi Penelitian Tindakan Kelas

Untuk menghindari hasil yang bias, Maxwell (1996: 75-76) menyarankan untuk mengaplikasikan minimal 4 metode pengambilan data. Semakin banyak metode pengambilan data yang dilakukan, akan semakin valid data tersebut. 

Metode pengambilan data yang biasa dilakukan saat penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

  • Observasi kelas. Observasi ini bisa dalam bentuk catatan, video, dan rekaman kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
  • Jurnal guru yang merefleksikan teknik atau metode pengajaran  yang telah diterapkannya.
  • Dokumentasi yang berisi laporan bulanan kemajuan siswa, laporan triwulan atau laporan semester, hasil tes siswa, dan lain-lain.
  • Kuesioner mengenai tindakan yang akan diambil atau tanggapan siswa mengenai tendakan yang sudah diambil.
  • Survei.
  • Evaluasi pelajaran.
  • Diary guru.
  • Hasil dari observasi teman.

Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

Guru akan mengajar lebih sistematis, terarah, dan tertib, serta terukur. Selain itu, keterampilan melakukan penelitian ini akan menggiring guru untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengajarnya. Guru juga akan lebih memperhatikan kemajuan belajar siswanya. Dengan demikian, kualitas pengajaran dan pendidikan akan semakin baik.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama