Cara Membuat Kue Lapis Sagu

Cara Membuat Kue Lapis Sagu
credit:[email protected]_aming

Banyak orang yang dibuat penasaran dengan bagaimana cara membuat kue lapis sagu. Tidak heran jika banyak ibu-ibu yang ingin mencoba membuat sendiri kue ini karena rasanya enak dan terasa lembut di mulut. Cocok bila dijadikan sebagai penganan di waktu senggang atau dihadirkan ketika menjamu kerabat ketika ada acara-acara tertentu.

Kue lapis adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Dinamakan kue lapis karena memang cara membuatnya selapis demi selapis sehingga terbentuk tumpukan lapisan dengan warna berbeda yang tampak begitu menggoda. 

Kue ini termasuk salah satu kue yang membutuhkan kesabaran untuk membuatnya. Karena untuk bisa mendapatkan kue lapis yang anti gagal, maka harus dibuat lapisan sedikit demi sedikit. Jika lapis pertama sudah matang, baru dibuat lapisan kedua. Lapisan kedua sudah jadi bisa dibuat lapisan ketiga dan seterusnya.

Ke lapis memiliki banyak variasi. Dilihat dari bahan pembuatannya, ada beberapa macam kue lapis. Ada yang dinamakan kue lapis Surabaya. Ada kue lapis yang dibuat dari tepung beras, tepung hankwe dan ada juga kue lapis yang dibuat dari tepung kanji atau tapioka

Selain nama-nama kue lapis diatas, ada juga kue lapis yang digemari banyak orang yakni kue lapis sagu. Dilihat dari namanya kue ini memang dibut dari tepung sagu. Kue lapis ini sudah banyak ditemui diberbagai daerah. Ada beberapa daerah yang menyebut nama kue ini dengan sebutan kue Pepe.

Tepung sagu itu yang seperti apa? Mungkin ada yang bertanya demikian. Sebelum melangkah ke pembuatan kue nya, akan terlebih dulu diterangkan sedikit tentang tepung sagu.

Sekilas Tentang Sagu

Sagu yang menjadi cikal bakal tepung sagu asalnya dari daerah Irian serta Maluku. Sagu sudah menjadi menu makanan tradisional di beberapa wilayah tertentu. Sagu ditulis sebagai salah satu makanan pokok di Indonesia selain beras dan jagung. 

Belum ada data yang menunjukkan sejak kapan sagu dikenal sebagai salah satu bahan pembuat makanan. Tapi diindikasikan bahwa penggunaan sagu sebagai bahan makanan sama tuanya dengan dimanfaatkannya kurma juga sebagai bahan makanan di wilayah Mesopotamia.

Menurut kerterngan dari Ong pada tahun 1977 bahwa sagu dikenal sejak tahun 1200-an. Keterangan ini didapatkan dari penelususran berbagai keterangan yang ada di beberapa naskah berbahasa Cina. 

Di naskah itu disebutkan bahwa Marcopolo menemukan sagu pertama kali untuk dimakan pada tahun 1298 di salah satu daerah di Sumatera. Disebutkan juga bahwa pabrik pertama kali yang memproduksi bahan makanan bernama sagu ini sudah ada di Malaka sejak tahun 1416.

Saat ini tepung sagu tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan utama layaknya nasi di beberapa daerah tertentu di Indonesia tapi juga sudah bertransformasi ke berbagai bentuk makanan yang enak dan juga lezat. Salah satu kue tradisional yang memenfaatkan tepunh sagu sebagai bahan pembuatnya adalah kue lapis.

Salah satu ciri kue tradisional di Indonesia adalah cara pengolahannya yang dikukus. Karena menggunakan teknik dikukus maka pewarnaan menjadi salah satu hal yang penting. Dalam kue lapis tidak pernah dijumpai yang warnanya senada. 

Hampir tidak ada. Yang ada kue lapis dengan menyajikan berbagai warna yang berbeda. Itulah kenapa salah satu sebutan lain untuk kue lapis adalah kue pelangi. Dengan diberikannya warna berbeda akan muncul warna kue yang cantik.

Untuk pewarna yang diberikan ke kue lapis sagu ada dua macam yakni pewarna alami dan pewarna sintesis atau buatan. Untuk memberikan pewarnaan secara alami lazim digunakan pandan sebagai pewarna hijau. 

Selain warna hijaunya bagus juga aromanya harum. Saat ini terkadang orang ingin memilih teknik yang praktis-prakstis saja. Maka dipilihlah pewarna sintesis yang menyediakan banyak pilihan warna. Tidak hanya warna hijau namun juga warna merah, coklat, kuning dan sebagainya.

Selain soal pewarnaan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah dengan memperhatikan cara membuat adonannya sehingga bisa menghasilkan kue yang tidak hanya lezat dan gurih namun juga terasa lembut ketika memakannya.

Kandungan Gizi:

Sebuah penelitian yng dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI menyebutkan tentang kandungan gizi di tepung sagu. Salah satu asalan tepung sagu menjadi bahan makanan utama di beberapa daerah di Indonesia karena sifatnya yang bisa mengenyangkan layaknya nasi dan jagung. 

Hal ini bisa dipahami mengingat tepung sagu memang mengandung banyak karbohidrat seperti nasi. Dalam setiap 100 gram tepung sagu, ada 51,6 gram karbohidrat dan kandungan proteinnya 0.3 gram. 

Selain itu juga mengandung fosfor sebanyak 13 gram, lemak 0.2 gram, zat besi 0.6 miligram, kalsium 27 miligram. Untuk tepung sagu tidak mengandung vitamin C alias vitamin C nol.

Baiklah untuk selanjutnya langsung saja kita simak resep pembuatan kue lapis berbahan tepung sagu.

Kue Lapis Sagu

Bahan A

• Santan kelapa 900 ml

• Garam 5 gram

• Daun pandan 2 lembar

• Daun jeruk yang sudah dibuang tulangnya 4 lembar.

Bahan B

• Tepung sahgu tani 300 gram

• Tepung Hankwe 30 gram

• Gula pasir 300 gram

Cara Membuat

1. Semua bahan A dicampur jadi satu dan kemudian rebus hinggai mendidih. Sambil merebus sambil diaduk perlahan-lahan untuk menghindari agar santan tidak pecah. Kemudian jika sudah mendidih saring dan dinginkan.

2. Kemudian tambahkan bahan B ke adonan bahan A dan campur sampai merata.

3. Bagi adonan menjadi 3. Masing-masing beri warna yang berbeda. Misalnya warna hijau dan merah. Jika menghendaki ada warna putih, berarti ada satu bagian adonan yang tidak diberi pewarna.

4. Ambil loyang dengan ukuran 16x16x7 kemudian olesi dengan sedikit minyak goreng. Kemudian lapisi loyang tersebut menggunakan plastik yang tahan panas. 

Atau juga bisa tidak melapisi loyang dengan apapun, karena santan yang ada dalam adonan bisa berfungsi sebagai pelumas ketika adonan sudah dikukus yang membuatnya tidak lengket ke loyang.

5. Jika dandangnya sudah terasa panas, masukkan loyangnya dan tuang satu sendok sayur adonan satu warna dan kukus selama kurang lebih lima menit.

6. Begitu lapisan pertama sudah matang, ambil lagi adonan dengan warna berbeda dan tuang kedalamnya dan kukus lagi sekitar 5 menit.

7. Jika lapisan kedua sudah matang giliran tuangkan adonan warna lain dan biarkan matang. Lakukan pelapisan seperti ini terus menerus dengan memakai cara selang-seling agar terbentuk warna yang bagus pada kuenya.

8. Apabila adonan sudah habis, kukus terakhir selama kurang lebih 15 menit agar kuenya bisa matang dengan sempurna.

9. Jika sudah matang, adonan bisa diangkat dan dinginkan.

10. Angkat dari Loyang dan kue lapis sagu siap untuk dipotong. Dengan ukuran adonan seperti ini bisa menghasilkan kira-kira 20 potong lapis.

Demikian pembahasan tentang cara membuat kue lapis sagu berikut penjelasannya tentang sejarah dan kandungan gizi dari tepung sagu sebagai bahan pembuat utamanya. 

Selamat mencoba.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama