Cara Bermain Rubik

Cara Bermain Rubik

Pernahkah Anda melihat benda berbentuk kubus yang bernama rubik? Cara bermain rubik memang terkesan sangat sulit. Namun, cara bermain rubik sebenarnya cukup mudah. 

Apalagi, jika Anda sudah mengetahui rumus untuk menyelesaikan kubus warna-warni ini. Rubik merupakan kubus yang dapat diputar-putar untuk menyamakan warna di sekitarnya.

Cara bermain rubik terdiri atas beberapa tahap dan teknik khusus untuk menyamakan warna. Tidak hanya matematika, cara bermain rubik pun ternyata ada rumusnya. 

Rumus tentu saja bisa dijadikan sebagai alat penyelesaian yang lebih praktis, cepat, dan mudah. Namun, ada hal penting yang harus diingat sebelum bermain rubik. Yaitu, mengenali rubik secara lebih dekat.

Agar dapat mempraktikkan cara bermain rubik, syarat utama yang harus dipenuhi tentu saja Anda harus memiliki rubik. 

Jika tidak memiliki rubik, bagaimana bisa Anda mempelajari dan mempraktikkan cara bermain rubik. Oleh sebab itu, pastikan rubik ada di genggaman Anda saat mulai belajar bermain rubik agar bisa langsung praktik.

Sebenarnya, rubik atau kubus rubik merupakan sebuah permainan teka-teki mekanik yang ditemukan oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria, Ernõ Rubik, pada 1974. 

Kubus rubik kembali dipasarkan di wilayah Eropa pada bulan Mei 1980. Rubik pun berhasil mencatatkan diri sebagai mainan paling laris di dunia yang telah terjual sekitar 300 juta kubus rubik, termasuk imitasinya.

Bahan dasar kubus rubik adalah plastik yang terdiri atas 26 bagian kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Kubus-kubus kecil inilah yang membuat cara bermain rubik terkesan rumit. 

Setiap sisi kubus terdiri atas sembilan kubus kecil dan memiliki enam warna berbeda. Keenam sisi kubus itu akan terbentuk menjadi satu warna yang berbeda dengan sisi lain ketika permainan ini terpecahkan.

Istilah dalam Cara Bermain Rubik

Cara bermain rubik menggunakan tiga istilah, yaitu sisi, rusuk, dan kubus. Berikut ini merupakan penjabaran tiap-tiap istilah tersebut:

1. Sisi

Jika kubus rubik dilihat dari bagian depan, akan ada 3 sisi yang terlihat dan 3 sisi yang tidak terlihat.

a. Sisi yang Terlihat

  • Sisi atas dengan 4 rusuk atas.
  • Sisi kanan depan.
  • Sisi kiri depan.

b. Sisi yang Tidak Terlihat

  • Sisi bawah dengan 4 rusuk bawah.
  • Sisi kanan belakang.
  • Sisi kiri belakang.

2. Rusuk

Bagian rusuk terbagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagai berikut.

a. Rusuk yang Tampak Sempurna

  • Rusuk depan.
  • Rusuk kanan depan.
  • Rusuk kiri depan.

b. Rusuk yang Tidak Tampak Sempurna

  • Rusuk belakang.
  • Rusuk kanan belakang.
  • Rusuk kiri belakang.

3. Kubus

Istilah kubus yang dipakai dalam panduan cara bermain rubik ini adalah sebagai berikut.

a. Kubus Sudut

Kubus sudut yaitu kubus yang terdapat di bagian tengah rusuk rubik. Kubus ini memiliki 3 warna.

b. Kubus Rusuk

Kubus rusuk sering disebut pula sebagai kubus siku, yaitu kubus yang terdapat di bagian tengah rusuk rubik. Kubus ini memiliki 2 warna yang teragi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Kubus rusuk depan, kubus yang terdapat di rusuk depan;
  • Kubus rusuk kanan, kubus yang terdapat di rusuk kanan; dan
  • Kubus rusuk kiri, kubus rusuk yang terdapat di rusuk kiri.

c. Kubus Sisi

Kubus sisi merupakan kubus yang terdapat di tengah sisi rubik. Kubus sisi hanya memiliki satu warna.

4 Tahap Cara Bermain Rubik

Seperti yang telah disebutkan, cara bermain rubik terdiri atas beberapa metode. Salah satu metode yang digunakan dalam bermain rubik adalah CFOP. CFOP merupakan singkatan dari Cross-F2L-OLL-PLL. 

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai tahap-tahap atau cara bermain rubik dengan metode CFOP.

1. Cross

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menuntaskan permainan kubus rubik adalah membuat cross. Cross merupakan tanda silang (x) maupun tanda plus (+) yang dibuat pada salah satu sisi warna kubus rubik. 

Untuk membuat cross pada sisi kubus teracak, murni memakai logika serta latihan yang dilakukan berulang-ulang. Umumnya, waktu yang diperlukan oleh seorang pemula untuk membuat cross adalah sekitar 1 menit.

2. F2L

Cara bermain rubik mengenal istilah F2L yang merupakan singkatan dari First Two Layer. F2L dapat disebut juga sebagai tahap saat Anda menyelesaikan 2 layer pertama. 

Dalam metode full friddrich, Anda harus membentuk pasangan, lalu memasukkannya pada 4 slot yang tersedia untuk menuntaskan layer 1 dan 2 secara bersamaan.

Tahap F2L ini membutuhkan latihan yang kontiyu. Sebenarnya, tahap ini tidak terlalu rumit untuk dipelajari. Tingkat kesulitannya terletak pada bagaimana Anda melakukannya secara tepat. 

Untuk menyelesaikan F2L, dibutuhkan waktu sekitar 8 detik. Bagi Anda yang masih kesulitan mempelajari F2L, metode layer by layer bisa dijadikan pilihan tepat untuk menuntaskan tahap ini.

3. OLL

Dalam cara bermain rubik, dikenal istilah OLL yang merupakan singkatan dari Orientating Last Layer. Tidak lama setelah layer 1 dan layer 2 selesai, akan terbentuk pola tertentu. Tujuan Anda berikutnya adalah menyamakan warna sehingga top face mempunyai warna yang sama.

Jika cross menggunakan warna putih dengan skema standar, biasanya top face berwarna kuning. Terdapat 57 kasus pada OLL yang membuat Anda harus menghafal 57 alogaritma berbeda. 

Penyelesaian tahap ini memerlukan waktu ideal sekitar 2-3 detik. Jika belum menghafal 57 alogaritma sekaligus, Anda dapat melakukan OLL dalam 2 tahap tetapi memerlukan waktu lebih lama.

Konsekuensi waktu lebih lambat tersebut terjadi karena Anda harus membetulkan semua tepi kubus yang disusul dengan membetulkan semua sudut. Cara ini dikenal dengan istilah 2 look OLL. 

Cara ini dapat meminimalisasi hafalan alogaritma karena Anda hanya dituntut untuk mempelajari 1-2 alogaritma untuk membetulkan orientasi tepi serta 7 alogaritma untuk membetulkan orientasi sudut.

Jika menghafal 8-9 alogaritma masih terasa berat, Anda bisa melakukannya melalui 3 tahap sehingga hanya memerlukan hafalan 2 alogaritma. Cara bermain rubik seperti ini disebut dengan istilah 3 look OLL.

4. PLL

PLL adalah singkatan dari Last Layer. Dalam tahap ini, Anda dapat saling menukar posisi sudut dan tepi ke posisi semula. Pada tahap ini, terdapat 21 alogaritma yang harus dihafal. 

Waktu ideal untuk menyelesaikan tahap ini adalah sekitar 2-4 detik. Jika merasa kesulitan untuk menghafal 21 alogaritma, Anda dapat melakukannya dalam 2 tahap yang dikenal dengan istilah 2 look PLL, yaitu mengoreksi letak sudut dan tepi.

Itulah 4 cara bermain rubik yang bisa Anda praktikkan. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai rubik dan cara bermain rubik, Anda tinggal mencarinya melalui mesin pencari google dengan mengetikkan kata kunci “cara bermain rubik”. Anda pun bisa mengunjungi situs khusus tentang rubik di alamat http://www.rubiks.com/.

Dalam situs resminya, Anda dapat menyaksikan video tutorial cara bermain rubik dengan cepat dan mudah. Bagaimana, masihkah Anda berpikir cara bermain rubik itu sulit? 

Benarkah rubik hanya dapat “dipecahkan” oleh orang-orang pintar? Tidak. Anda pun bisa melakukannya karena cara bermain rubik dapat dipelajari oleh siapa pun.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama